Pompa hidrolik adalah komponen inti dalam sistem power steering otomotif, dan aplikasinya terutama tercermin dalam aspek-aspek berikut:
1. Fungsi Inti
Konversi Daya
Didorong oleh sabuk mesin, mereka mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik, menyalurkan oli bertekanan tinggi ke mekanisme kemudi (seperti roda gigi/katup kemudi), mengurangi upaya kemudi pengemudi hingga lebih dari 70%.
Tekanan operasi tipikal berkisar antara 7-12 MPa, dengan pompa baling-baling dan roda gigi menjadi umum.
Kontrol Tekanan Dinamis
Katup pelepas aliran-tekanan terintegrasi secara otomatis menyesuaikan tekanan oli berdasarkan kecepatan kendaraan, meningkatkan bantuan daya pada kecepatan rendah dan menguranginya pada kecepatan tinggi untuk meningkatkan rasa jalan.
2. Perbandingan Evolusi Teknologi
Sistem hidrolik tradisional: Membutuhkan operasi terus-menerus, menghasilkan konsumsi energi tinggi dan perpipaan yang kompleks (misalnya, sistem produksi massal Chrysler tahun 1951).
Sistem hidrolik elektronik: Kecepatan pompa disesuaikan oleh ECU, mengurangi konsumsi energi hingga lebih dari 30% sambil tetap mempertahankan rasa jalan yang presisi dari transmisi hidrolik.
3. Dampak Kegagalan
Jika pompa hidrolik gagal, upaya kemudi akan meningkat secara dramatis, membutuhkan lebih dari lima kali torsi yang diperlukan untuk menyelesaikan belokan dalam kasus ekstrem. Kerusakan umum termasuk kebocoran segel oli (mencakup 45% dari tingkat kegagalan) dan keausan bilah yang menyebabkan fluktuasi tekanan.